Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah berjalan di PTN beberapa tahun, dan baru 2009 ini diluncurkan untuk kalangan mahasiswa PTS, kiranya patut diapresiasi sebagai program yang strategis untuk pengembangan kemampuan mahasiswa menghadapi tantangan yang makin kompleks. Ada satu pertanyaan yang meragukan keberhasilan program tersebut, mungkinkah berhasil? Tentu saja tidak gampang menjawabnya.
Secara teoritik dengan fasilitasi Dikti memberi dana kegiatan PMW, program ini diharapkan berhasil. Tetapi saya berkeyakinan masih sulit berhasil. Mengapa ?
Jiwa dan semangat wirausaha yang ingin dikembangkan pada mahasiswa seharusnya secara visioner dan kurikuler tampak dalam grand strategy perguruan tinggi. Hampir sulit ditemukan perguruan tinggi yang secara sistematis mengembangkan program kewirausahaan di lingkungan kampus. Persoalan pokok pertama terletak pada dosen-dosennya yang juga tidak memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan wirausaha. Kebanyakan mereka adalah juga pencari kerja. Padahal kalau wirausaha mereka tentu dapat menciptakan lapangan kerja. Kedua, tidak adanya kesamaan pandangan atau paradigma bahwa mahasiswa kuliah di perguruan tinggi sebenarnya adalah dalam rangka mengembangkan kedewasaan dan kemandiriannya melalui pengembangan pola dan olah pikir. Kuliah pada suatu program studi adalah harus bekerja pada bidang program studinya. Akibatnya bertahun-tahun perguruan tinggi menghasilkan lulusan pengangguran. Ketiga tentunya adalah tidak cukup tersedia daya dukung, baik dana maupun jejaring yang memuluskan rancangan program pengembangan kewirausahaan. Apalagi kalau dilihat dana yang disediakan Dikti untuk mendorong PMW di lingkungan PTS yang notabene memiliki populasi mahasiswa lebih banyak dari pada PTN, jumlah dananya “ampun” kecilnya dibanding dana PMW untuk kalangan PTN. Jadi rasanya kita harus mencari jalan yang lebih pas untuk mendorong berkembangnya kewirausahaan di perguruan tinggi.
DIarsipkan di bawah: KEMAHASISWAAN
Ass
kenapa masih pesimis pak?
Tapi benar juga, materi dosen-dosen kita memang masih (termask juga) pencari kerja.
Nama saya widjang, saya PK III STIE Dewantara Jombang.
Kebetulan Pimpinan saya juga seorang pengusaha, dan saya sendiri juga wiraswasta, walaupun belum sampai sembilan digit.
Saya melihat program kewirausahaan ini sebuah peluang yang terus harus ditangkap dan dikembangkan. Beberapa mahasiswa kami (mungkin gambaran kasar hampir 70%) membiayai kuliah mereka dari sektor ini. walaupun kecil, mereka berusaha untuk survive dengan usaha mandirti mereka. Barangkali panjenengan tidak pernah (atau minimal tidak terlalu sering) menghadapi “sambatan” mahasiswa saat mau heregristrasi, seperti smas yang sering pernah saya terima dari mahasiswa kami : “Maaf pak, saya belum bisa heregristrasi (bayar kuliah), karena sama sekali nggak pegang uang……”
Kepada mahsiswa saya, saya sering motivasikan, bahwa kedepan yang kita hadapi adalah persaingan, jangan hanya mimpi jadi pegawai, PNS atau sejenisnya, Saya pancing mereka dengan sebuah obsesi “saya ingin semua mahasiswa ekonomi merasa malu kalau nggak punya (baca : nggak bisa)usaha/bisnis”
Ayo pak jangan pesimis.
Saya juga akan berusaha menagkap peluang ini. Tapi kalau nggak harus 5 proposal gimana ?
Sayangnya, kami keganjal akreditasi…. karena masih belum B…….
nggak pernah dibuka ya pak, kok nggak ada respon….