Pendidikan karakter kini menjadi aktual untuk dibicarakan dan digagaskan karena menguatnya fakta makin jauhnya manusia Indonesia dari nilai-nilai keluhuran universal dan nilai keluhuran nasional, bahkan lokal. Tudingan pertama tentu diarahkan pada gagalnya pendidikan nasional yang belum mampu mencetak manusia Indonesia seperti yang ditetapkan dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional. Praktek-praktek yang dipertontonkan oleh kebanyakan masyarqakat pengguna jalan raya yang tidak disiplin, pejabat negara yang koruptif dan manipulatif, hukum “pokoknya kami yang paling benar”, keadilan yang dipermainkan, kejujuran yang diganjar dengan hukuman atau pemaksaaan, dan masih banyak lainnya adalah contoh-contoh yang hampir tiap hari dapat ditemukan.
Di sisi lain, pembelajaran di kelas/sekolah lebih mengutamakan pengetahuan daripada mengimbanginya dengan nilai-nilai karakter atau sikap yang sebenarnya bukan hal baru bagi guru.
Pembelajaran sains yang menggunakan pendekatan Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan dengan muatan tujuan produk, proses dan ketrampilan sosial, terutama dilakukan sejak sekolah dasar diyakini mampu memberikan sumbangan besar bagi terbentuknya lulusan yang berkualitas seperti yang diharapkan dalam undang-undang sistem pendidikan nasional. Artikel berikut akan melengkapi pandangan tentang pembelajaran sains yang bermuatan pendidikan sains (BACA INI PENDIDIKAN KARAKTER
Filed under: KHUSUS DEWASA