DIarsipkan di bawah: TEORI BELAJAR | 2 Komentar »
TEORI KONSTRUKTIVISTIK
DIarsipkan di bawah: TEORI BELAJAR | Leave a Comment »
KHUSUS DEWASA
DIarsipkan di bawah: KHUSUS DEWASA | Leave a Comment »
Rencana Pengembangan Organisasi
Enzim (jenis, sifat, dan cara kerja)
DIarsipkan di bawah: Materi Biokimia | 3 Komentar »
Soeharto : Mengapa tidak ?
Soeharto : Mengapa tidak … ? Orang yang pernah mendapat “berkah” pak Harto, omongannya cenderung memuji dan melindungi. Sebaliknya, orang yang pernah mendapat “murka” pak Harto omongannya cenderung miring dan tidak puas. Herannya, anak saya yang kelas 6 SD setelah jam 2 siang Minggu, 27 Januari 2008 malah menyatakan “pak Harto itu pahlawan lho pak”. Saya kaget, bukan karena apa-apa tetapi saya baru tidur dan dibangunkan anak saya yang memberi khabar pak Harto meninggal dunia. Kontan saya segera nonton tv dan melihat berita yang ditayangkan oleh hamper semua tv pemerintah dan swasta. Beritanya sama seputar pak Harto. Yang saya heran tidak ada soroton tv kepada kalangan yang selama ini menghujat dan menuntut pak Harto karena perbuatannya yang melanggar HAM-lah, korupsi-lah dan lain-lainnya. Saya sebenarnya kepingin mendengar apa komentar mereka dengan meninggalnya pak Harto.Saya sendiri sebenarnya simpatik dengan pak Harto. Walaupun pada Mei 1998 saya justru ikut memfasilitasi Barisan Mahasiswa Pro Reformasi (BMPR) di kampus yang ujungnya pak Harto turun dari kursi kepresidenan. Simpatik saya lebih pada model kepemimpinannya yang fokus dan teguh pada pertanian dan menjaga stabilitas 9 bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar rakyat Indonesia. Ini nyata dirasakan oleh setidaknya mayoritas rakyat perdesaan (petani). Tetapi yang saya sayangkan adalah pendekatan-pendekatan ”mengamankan” program yang diterjemahkan oleh level bawahan sebagai pembungkaman, penyingkiran dan pelenyapan orang-orang yang dianggap menghalangi program.Sejak dicalonkannya pak Harto pada masa kepresidenannya yang terakhir sebenarnya secara pribadi saya tidak sepakat dengan para anggota DPR/MPR, apalagi dengan Haji Harmoko (Ketua DPR/MPR saat itu). Nggak nalar lagi, mengapa tidak dicalonkan putra Indonesia terbaik lainnya ? Apakah memang saat itu tidak ada satupun putra Indonesia terbaik untuk pantas diusulkan dan dipilih DPR/MPR menjadi presiden ? Apakah memang Haji Harmoko benar ”rakyat masih menginginkan pak Harto jadi presiden?” Nah ini yang harus dijawab. Haji Harmoko memang setelah reformasi ”menghilang” begitu saja. Bahkan tidak tampak menjenguk atau takziah. Kemana beliau ? Semoga tetap sehat dan sejahtera.Saya merasa kasihan sama pak Harto diakhir hari tuanya dihujat sana di hujat sini dengan argumentasi yang bermacam-macam. Seandainya saja para pimpinan dan anggota DPR/MPR pada masa-masa itu menggunakan nuraninya melihat gejala-gejala yang ada pak Harto dalam akhir masa jabatan kepresidenannya akan ”khusnul khotimah”. Ataukah memang pak Harto menghendaki jadi presiden dan jadi presiden lagi ? Walahualam.Yang jelas selamat jalan pak Harto, semoga bertemu dengan para pahlawan lainnya !
DIarsipkan di bawah: Soeharto : Mengapa tidak...? | Leave a Comment »
biokimia
materi-biokimia-p1,doc, materi-biokimia-p2.doc, silahkan baca dan ambil materi biokimia
DIarsipkan di bawah: Materi Biokimia | Leave a Comment »
Softskill : Lagu lama yang diperbarui
Pengembangan Softskill Menengok program perguruan tinggi yang kecenderungannya saat ini lagi gandrung dengan program pengembangan softskill yang diluncurkan Direktorat Pendidikan Tinggi Depdiknas adalah pengakuan kekurangan pendidikan tinggi kita selama ini. Betapa tidak. Pendidikan tinggi yang diharapkan menghasilkan lulusan dengan mutu “luar-dalam” kuat, ternyata dalamnya kropos. Walhasil pendidikan tinggi hanya menghasilkan lulusan yang pintar pengetahuan tetapi miskin kepekaan dan ketajaman pikir.
Tengara rendahnya mutu pendidikan tinggi sebenarnya bukan barang baru. Terseoknya rangking perguruan tinggi kita di bilangan Benua Asia, apalagi dunia, adalah bukti nyata. Lantas apanya yang salah dengan pendidikan tinggi ? Dan mengapa softskill diperlukan ? Apa itu softskill ? Bagaimana implementasinya dalam dunia pendidikan tinggi ?
DIarsipkan di bawah: SOFTSKILL | Leave a Comment »
BAHAYA NARKOBA
Narkoba berbahaya !
Tugas kita semua menyiapkan kehidupan yang lebih baik untuk generasi mendatang. Anak-anak, remaja, dan pemuda kita harus kita siapkan menghadapi tantangan global yang ditengarai dengan ketatnya persaingan. Perilaku rasa ingin tahu mereka tentang segala sesuatu harus diarahkan kepada tujuan-tujuan yang membangun jiwa, pengetahuan dan ketrampilan mereka. Mereka harus dibebaskan dan dihindarkan dari SETAN NARKOBA. Narkoba terbukti menyengsarakan mereka yang pernah dan sedang menggunakan. Bagi anda yang masih setia dengan KEMULIAAN HIDUP dengan TIDAK mengkonsumsi, membuat, dan atau mengedarkan narkoba atas nama kemanusiaan saya ucapkan terima kasih. Namun bagi anda yang masih di jalan setan narkoba, saya doakan semoga anda segera kembali ke jalan kemuliaan hidup. Saya yakin anda bisa dan pasti bisa. Anda yang ingin mengetahui JENIS, SIFAT dan AKIBAT dari Narkoba informasi ini semoga bermanfaat. Baca selengkapnya : narkoba-dan-dampaknya.doc
Untuk UNDANG-UNDANG tentang Narkoba buka saja ini : uu-22-th-1997-narkotika.doc dan uu-5-th-1997-psikotropika.doc
DIarsipkan di bawah: BAHAYA NARKOBA | 2 Komentar »
Teori Kecerdasan
TEORI-TEORI TENTANG KECERDASAN
Oleh : Triman Juniarso
Kebutuhan untuk mengetahui arti dan pentingnya ukuran kecerdasan manusia dapat dikatakan berawal di Paris tahun 1900, ketika Menteri Pendidikan Perancis dan para pemimpin kota Paris berbicara dengan seorang ahli psikologi bernama Alfred Binet tentang sebuah permintaan yang tidak biasa yaitu apakah dia dapat merancang semacam ukuran yang dapat memperkirakan anak muda mana yang sukses dan mana yang akan gagal di sekolah dasar di Paris. Binet berhasil dan lahirlah IQ Test. Sejak saat itu dimulailah perkembangan teori-teori kecerdasan dari ahli-ahli psikologi di dunia.
Beberapa teori kecerdasan yang populer :
Kecerdasan Intelektual / Intelektual Quotient (IQ)
Penemu : Alfred Binet (1857-1911)
Konsep :
-
Kecerdasan dilihat hanya dari sisi kekuatan verbal dan logika seseorang.
-
Kecerdasan akhirnya dapat dinilai dengan angka konstan
-
Menganut konsep eugenic artinya pengendalian sistematis dari keturunan.
-
Perkembangannya diteruskan oleh Carl Brigham dengan merancang tes IQ yang diperbaharui dengan nama Scholastic Aptitute Test (SAT).
Kecerdasan Umum / General Intelegence (G)
Penemu : Charles Spearman (1863-1945)
Konsep :
-
Manusia mempunyai kemampuan mental umum (G) yang mendasari semua kemampuannya untuk menangani kesulitan kognitif.
-
Faktor G ini meliputi kemampuan memecahkan masalah, pemikiran abstrak, dan keahlian dalam pembelajaran.
Kecerdasan Cair dan Kecerdasan Kristal / Fluid and Crystaled Intelligence
Penemu : Raymond Cattel dan John Horn
Konsep :
-
Manusia mempunyai 2 macam kecerdasan umum, yaitu kecerdasan cair dan kecerdasan kristal.
-
Kecerdasan cair adalah kecerdasan yang berbasis pada kecerdasan biologis. Kecerdasan ini meningkat sesuai dengan perkembangan usia, mencapai puncak saat dewasa dan menurun pada saat tua karena proses biologis tubuh.
-
Kecerdasan kristal adalah kecerdasan yang diperoleh dari proses pembelajaran dan pengalaman hidup. Kecerdasan ini dapat terus meningkat tidak ada batas maksimal selama manusia mau dan bisa belajar.
Kecerdasan yang Dapat Dimodifikasi / Modifiable Intelligence
Penemu : Reuven Feurstein
Konsep :
-
Kecerdasan dapat diukur dari kemampuan berpikir seseorang yang mana kemampuan berpikir manusia tersebut mempunyai tahap-tahap perkembangan.
Kecerdasan Proksimal / Proximal Intelligence
Penemu : Leo Vygotsky
Konsep :
-
Kecerdasan kognitif seseorang dapat diuji dengan memperhatikan kronologis usia mental orang tersebut dan memperhatikan kapasitas orang tersebut.
-
Maksud kapasitas seseorang adalah perbandingan kemampuan seseorang menyelesaikan suatu masalah seseorang diri dengan apabila mendapat bantuan orang lain dalam menyelesaikan masalah yang serupa.
Kecerdasan yang Dapat Dipelajari / Learnable Intelligence
Penemu : David Perkins dari Harvard University
Konsep :
-
Kecerdasan dipengaruhi dan diopersaikan oleh beberapa faktor dalam kehidupan yaitu sistem orak, pengalaman hidup, dan kapasitas untuk pengaturan diri.
Kecerdasan Perilaku / Behaviour Intelligence
Penemu : Arthur Costa dari Institute of Intelligence di Berkeley
Konsep :
-
Kecerdasan diartikan sebagai suatu kumpulan dari kecenderungan perilaku.
-
Perilaku tersebut antara lain keuletan, kemampuan mengatur perilaku impulsif, empati, fleksibilitas berpikir, metakognisi, akurasi, kemampuan bertanya, bahasa, kepekaan panca indera, kebijaksaan, rasa ingin tahu, dan kemampuan mengalihkan perasaan.
Kecerdasan Tri Tunggal / Triarchic Intelligence
Penemu : Robert J. Sternberg
Konsep :
-
Kecerdasan manusia dapat diukur dari keseimbangan tiga kecerdasan yaitu kecerdasan kreatif, analisis, dan praktis.
-
Kecerdasan kreatif meliputi kemampuan menemukan dan merumuskan ide serta solusi dari masalah.
-
Kecerdasan analisis digunakan saat secara sadar mengenali dan memecahkan masalah, merumuskan strategi, menyusun dan menyampaikan informasi.
-
Kecerdasan praktis digunakan untuk bertahan dalam hidup seperti keberhasilan mengatasi perubahan.
Kecerdasan Moral / Moral Intelligence
Penemu : Robert Coles
Konsep :
-
Kecerdasan yang menitikberatkan pada prinsip dan nilai-nilai hidup.
Kecerdasan Emosional / Emotional Intelligence
Penemu : Daniel Goleman (1995)
Konsep :
-
Kecerdasan dapat terdiri dari kombinasi 5 komponen, yaitu kesadaran diri, manajemen emosi, motivasi, empati, dan mengatur hubungan / relasi.
Kecerdasan Memecahkan Kesulitan / Adversity Intelligence
Penemu : Paul Scholz
Konsep :
-
Kecerdasan seseorang dapat diukur dari kemampuan orang tersebut mengatasi masalah yang dialami dalam hidup.
-
Kecerdasan seseorang dapat diklasifikasikan menjadi berbagai ciri dan sifat yaitu : Quitter, Camper, dan Climber.
Kecerdasan Majemuk / Multiple Intelligence
Penemu : Howard Gardner dari Harvard University
Konsep :
-
Setiap orang mempunyai lebih dari satu kecerdasan, minimal memiliki delapan kecerdasan yaitu linguistik, logika-matematika, intrapersonal, musikal, naturalis, visual-spasial, dan kinestestis
-
Setiap orang memiliki delapan kecerdasan ini dengan kadar perkembangan yang berbeda-beda.
DIarsipkan di bawah: TEORI KECERDASAN | 4 Komentar »