• KALENDER ANDA

    Januari 2008
    S S R K J S M
        Feb »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • PILIH DI SINI

  • LOG IN / OUT

  • Laman

Soeharto : Mengapa tidak ?

Soeharto : Mengapa tidak … ? Orang yang pernah mendapat “berkah” pak Harto, omongannya cenderung memuji dan melindungi. Sebaliknya, orang yang pernah mendapat “murka” pak Harto omongannya cenderung miring dan tidak puas. Herannya, anak saya yang kelas 6 SD setelah jam 2 siang Minggu, 27 Januari 2008 malah menyatakan “pak Harto itu pahlawan lho pak”. Saya kaget, bukan karena apa-apa tetapi  saya baru tidur dan dibangunkan anak saya yang memberi khabar pak Harto meninggal dunia. Kontan saya segera nonton tv dan melihat berita yang ditayangkan oleh hamper semua tv pemerintah dan swasta. Beritanya sama seputar pak Harto. Yang saya heran tidak ada soroton tv kepada kalangan yang selama ini menghujat dan menuntut pak Harto karena perbuatannya yang melanggar HAM-lah, korupsi-lah dan lain-lainnya. Saya sebenarnya kepingin mendengar apa komentar mereka dengan meninggalnya pak Harto.Saya sendiri sebenarnya simpatik dengan pak Harto. Walaupun pada Mei 1998 saya justru ikut memfasilitasi Barisan Mahasiswa Pro Reformasi (BMPR) di kampus yang ujungnya pak Harto turun dari kursi kepresidenan. Simpatik saya lebih pada model kepemimpinannya yang fokus dan teguh pada pertanian dan menjaga stabilitas 9 bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar rakyat Indonesia. Ini nyata dirasakan oleh setidaknya mayoritas rakyat perdesaan (petani). Tetapi yang saya sayangkan adalah pendekatan-pendekatan ”mengamankan” program yang diterjemahkan oleh level bawahan sebagai pembungkaman, penyingkiran dan pelenyapan orang-orang yang dianggap menghalangi program.Sejak dicalonkannya pak Harto pada masa kepresidenannya yang terakhir sebenarnya secara pribadi saya tidak sepakat dengan para anggota DPR/MPR, apalagi dengan Haji Harmoko (Ketua DPR/MPR saat itu). Nggak nalar lagi, mengapa tidak dicalonkan putra Indonesia terbaik lainnya ? Apakah memang saat itu tidak ada satupun putra Indonesia terbaik untuk pantas diusulkan dan dipilih DPR/MPR menjadi presiden ? Apakah memang Haji Harmoko benar ”rakyat masih menginginkan pak Harto jadi presiden?” Nah ini yang harus dijawab. Haji Harmoko memang setelah reformasi ”menghilang” begitu saja. Bahkan tidak tampak menjenguk atau takziah. Kemana beliau ? Semoga tetap sehat dan sejahtera.Saya merasa kasihan sama pak Harto diakhir hari tuanya dihujat sana di hujat sini dengan argumentasi yang bermacam-macam. Seandainya saja para pimpinan dan anggota DPR/MPR pada masa-masa itu menggunakan nuraninya melihat gejala-gejala yang ada pak Harto dalam akhir masa jabatan kepresidenannya akan ”khusnul khotimah”. Ataukah memang pak Harto menghendaki jadi presiden dan jadi presiden lagi ? Walahualam.Yang jelas selamat jalan pak Harto, semoga bertemu dengan para pahlawan lainnya !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: