• KALENDER ANDA

    Mei 2008
    S S R K J S M
    « Apr   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • PILIH DI SINI

  • LOG IN / OUT

  • Laman

DEMO BBM : Anarkhisme atau Kebutaan ?

Maraknya demo mahasiswa dan sebagian anggota masyarakat lainnya menolak kenaikan BBM menunjukkan betapa negeri ini penuh dengan kekhawatiran karena ketidakpastian hidup yang lebih baik di kemudian hari.
Saking maraknya demo, tidak jarang menimbulkan pertikaian dengan aparat keamanan (polisi) yang juga sering tidak manusiawi menangani demo mahasiswa.
Pernahkan kita berpikir dengan jernih bahwa masyarakat perdesaan yang menjadi mayoritas penduduk penghuni negeri ini tidak terlalu pusing dengan rencana pemerintah SBY-JK tersebut ? Mereka memang mengeluh tetapi tetap saja menjalankan aktivitas sehari-harinya seolah kebijakan itu sudah dimaklumi akan terjadi seperti kebijakan-kebijakan sebelumnya. Tentu saja, mahasiswa dan sebagian anggota masyarakat lain di atas tidak sama dengan pikiran masyarakat perdesaan. Tetapi cara menyikapinya yang sangat berbeda. Mungkin kelompok mahasiswa merasa terpanggil dengan kebijakan yang mereka anggap “sewenang-wenang” dan tidak peduli dengan nasib rakyat sehingga mereka melakukan aksi demo di mana-mana.
Demo ini bahkan dinilai oleh Kepala BIN, Syamsir Siregar, telah “ditunggangi” oleh beberapa politikus (mantan pejabat, termasuk menteri). Apa benar pak ? Kita tidak sepenuhnya percaya dengan tengara Kepala BIN. Sebabnya ialah kebanyakan demo mahasiswa itu murni adanya karena memang kenaikan BBM diperkirakan akan menambah beban rakyat makin berat.
Justru yang harus dipertanyakan adalah manajemen pemerintahan SBY-JK yang dapat disebut tidak forcasteble terhadap kemungkinan lonjakan harga minyak dunia. Memang lonjakan harga minyak dunia memberi beban berat pada APBN, tetapi apakah rakyat yang harus diminta menanggung bebannya ? Mengapa tidak dilakukan efisiensi dan scraping anggaran yang tidak urgen untuk hajat hidup rakyat ?

Sekalipun rakyat miskin diberi hadiah hiburan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) tetap saja tidak memberdayakan masyarakat miskin tetapi mengajarkan ketergantungan pada pemberian bantuan. Atau mungkin ini cerminan juga pemerintahan kita selama ini yang selalu juga tergantung pada “utang-utangan” lembaga keuangan dunia atau negara maju. Ada apa sebenarnya pak SBY-JK ? Apa pemerintah sudah sakit mata, mengalami kebutaan ? Apa para pimpinan dan anggota DPR di Senayan juga mengalami sakit mata ? Lihat dengan mata lebar apakah negeri ini makin sejahtera ? Apakah rakyat kita makin makmur di era “politik yang berkuasa”? Semoga saja rakyat tetap tabah dengan “cobaan” pimpinan bangsa ini.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Sesak kurasa dada ini…
    Kian hari bertambah susah…
    Bukan karena sakit paru yang menyakitkan..

    Atau TBC yang menjengkelkan…
    Dadaku sakit karena tangis…
    Tangis atas tontonan…
    Penderitaan Saudara-saudariku di penjuru bumi.

    Tak tahu entah kapan…
    Sesak itu melegakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: