• KALENDER ANDA

    September 2016
    S S R K J S M
    « Feb    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • PILIH DI SINI

  • LOG IN / OUT

  • Halaman

CONTOH PROPOSAL KEGIATAN

Lagi untuk anda yang ingin membuat proposal suatu kegiatan tidak ada salahnya melihat contoh yang ada. Ini adalah salah satu contohnya. Klik di siniPROPOSAL RAKER FKIP 2011

SELAMAT ULANG TAHUN PAK POLISI !

Polisi “Bhayangkara” Indonesia kita 1 Juli 2011 ini berulang tahun ke 66 sebuah usia yang cukup tua untuk ukuran manusia. Banyak sudah kisah yang dibuatnya, namun akan makin banyak lagi kisah yang akan dibuatnya pada tahun, dekade, dan abad yang akan datang.

Sebagai sebuah institusi yang dapat disebut “SUPER BODY”, karena ruang lingkup tugasnya mencakup semua bidang kehidupan masyarakat, polisi dituntut menjalankan tugasnya “MELINDUNGI dan MELAYANI” dengan memuaskan. Tugas berat itu tidak mudah dilakukan polisi kita dalam perspektif luas.

Perkembangan kehidupan politik (ideologi), ekonomi, sosial, budaya dan teknologi yang cepat karena perkembangan global membuat polisi sering kedodoran karena melebarnya tugas yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa dan negara ini. Tugas polisi mulai dalam perut bumi, perairan, hutan, gunung, dan di atas permukaan, mulai urusan pertanian hingga penerbangan, mulai pergudangan hingga perkantoran semua mengandung tugas yang berdimensi kepolisian. Di sisi lain jumlah dan mutu polisi masih belum memadai untuk ikut melindungi dan melayani semua itu.

Kepolisian negara ini perlu terus membenahi dirinya, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Mutu institusi dibentuk dari karakter-karakter individu yang ada di dalamnya. Karakter-karakter itu terbentuk dari nilai-nilai yang diyakini, dilatihkan dan dibiasakan dalam kehidupan tugas institusi. Karakter yang baik itu dapat dimiliki tentu melalui sistem rekrutmen yang sehat dan pemberian keteladanan oleh para pimpinan terutama pimpinan terdekatnya. Mengenai jumlah polisi yang harus ditambah bukanlah sekedar karena paradigma rasio polisi dan rakyat, tetapi lebih pada luasnya wilayah dan bidang tugasnya.

Pak polisi apa pun kami memerlukanmu, tetap senyum walaupun tidak di hari ulang tahunmu, tetaplah tegas walaupun di hari naasmu… Tak mempan oleh goda, tak jauh dari taqwa. Semoga tulisan ini mendorongmu Pak Polisi…

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA, MUNGKINKAH?

Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah berjalan di PTN beberapa tahun, dan baru 2009 ini diluncurkan untuk kalangan mahasiswa PTS, kiranya patut diapresiasi sebagai program yang strategis untuk pengembangan kemampuan mahasiswa menghadapi tantangan yang makin kompleks. Ada satu pertanyaan yang meragukan keberhasilan program tersebut, mungkinkah berhasil? Tentu saja tidak gampang menjawabnya.
Secara teoritik dengan fasilitasi Dikti memberi dana kegiatan PMW, program ini diharapkan berhasil. Tetapi saya berkeyakinan masih sulit berhasil. Mengapa ?
Jiwa dan semangat wirausaha yang ingin dikembangkan pada mahasiswa seharusnya secara visioner dan kurikuler tampak dalam grand strategy perguruan tinggi. Hampir sulit ditemukan perguruan tinggi yang secara sistematis mengembangkan program kewirausahaan di lingkungan kampus. Persoalan pokok pertama terletak pada dosen-dosennya yang juga tidak memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan wirausaha. Kebanyakan mereka adalah juga pencari kerja. Padahal kalau wirausaha mereka tentu dapat menciptakan lapangan kerja. Kedua, tidak adanya kesamaan pandangan atau paradigma bahwa mahasiswa kuliah di perguruan tinggi sebenarnya adalah dalam rangka mengembangkan kedewasaan dan kemandiriannya melalui pengembangan pola dan olah pikir. Kuliah pada suatu program studi adalah harus bekerja pada bidang program studinya. Akibatnya bertahun-tahun perguruan tinggi menghasilkan lulusan pengangguran. Ketiga tentunya adalah tidak cukup tersedia daya dukung, baik dana maupun jejaring yang memuluskan rancangan program pengembangan kewirausahaan. Apalagi kalau dilihat dana yang disediakan Dikti untuk mendorong PMW di lingkungan PTS yang notabene memiliki populasi mahasiswa lebih banyak dari pada PTN, jumlah dananya “ampun” kecilnya dibanding dana PMW untuk kalangan PTN. Jadi rasanya kita harus mencari jalan yang lebih pas untuk mendorong berkembangnya kewirausahaan di perguruan tinggi.

KESALAHAN KONSEP IPA SD

Banyak buku IPA SD yang penulisannya salah konsep sehingga pemahaman siswa, bahkan guru SD juga ikut salah. Beberapa kesalahan konsep IPA SD dapat diklik di sini BEBERAPA KESALAHAN KONSEP IPA SD

ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN DAN GAGASAN AWAL

Untuk anda yang sedang belajar atau berlatih menyusun kegiatan/proposal kegiatan pastilah anda akan memulai dari analisis kondisi awal dan kemudian merumuskannya menjadi gagasan awal yang selanjutnya dimatangkan menjadi proposal kegiatan. Ini adalah cara praktis untuk memudahkan anda belajar hal tersebut.anakoling dan gaswal baru

PEMBELAJARAN IPA BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (Sebuah Gagasan)

Pendidikan karakter kini menjadi aktual untuk dibicarakan dan digagaskan karena menguatnya fakta makin jauhnya manusia Indonesia dari nilai-nilai keluhuran universal dan nilai keluhuran nasional, bahkan lokal. Tudingan pertama tentu diarahkan pada gagalnya pendidikan nasional yang belum mampu mencetak manusia Indonesia seperti yang ditetapkan dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional. Praktek-praktek yang dipertontonkan oleh kebanyakan masyarqakat pengguna jalan raya yang tidak disiplin, pejabat negara yang koruptif dan manipulatif, hukum “pokoknya kami yang paling benar”, keadilan yang dipermainkan, kejujuran yang diganjar dengan hukuman atau pemaksaaan, dan masih banyak lainnya adalah contoh-contoh yang hampir tiap hari dapat ditemukan.

Di sisi lain, pembelajaran di kelas/sekolah lebih mengutamakan pengetahuan daripada mengimbanginya dengan nilai-nilai karakter atau sikap yang sebenarnya bukan hal baru bagi guru.

Pembelajaran sains yang menggunakan pendekatan Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan dengan muatan tujuan produk, proses dan ketrampilan sosial, terutama dilakukan sejak sekolah dasar diyakini mampu memberikan sumbangan besar bagi terbentuknya lulusan yang berkualitas seperti yang diharapkan dalam undang-undang sistem pendidikan nasional. Artikel berikut akan melengkapi pandangan tentang pembelajaran sains yang bermuatan pendidikan sains (BACA INI PENDIDIKAN KARAKTER

Belajar yang menyenangkan

Kesan kuat proses belajar mengajar dalam kelas di  tingkat  pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah guru/dosen menempatkan diri pada posisi dominan. Sedikit waktu untuk peserta didik untuk beraktivitas dalam rangka penguasaan atau pemahaman  pengetahuan, sikap dan ketrampilannya secara bermakna. Mengajar lebih berarti memberikan sekumpulan pengetahuan tentang ilmu, nilai/norma, dan ketrampilan. Inilah salah satu faktor mengapa mutu pendidikan dan mutu manusia Indonesia masih terbilang rendah, bahkan untuk kawasan Asia Tenggara.

Mengajar mestinya bertujuan untuk makin meningkatkan mutu  berpikir dan bertindak dari peserta didik sesuai harapan dan tujuan pendidikan itu sendiri. Peserta didik  yang telah lulus dari suatu jenjang pendidikan sangat sering tidak menunjukkan kemampuan-kemampuan seperti yang ditetapkan dalam kurikulumnya. Apalagi di tengah kenyataan kehidupan bangsa ini fakta-fakta yang mengarah pada penyimpangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang makin tampak kuat menunjukkan bahwa para pendidik harus menyadari pelaksanaan dan hasil pendidikan yang dilakukannya perlu diperbaiki.

Murid tidak sedikit yang merasa bosan selama pembelajaran di sekolah. Hal ini karena guru tidak memiliki teknik yang memberi kesan kuat bahwa belajar itu menyenangkan. Baca dan pelajari artikel berikut pasti anda akan peroleh manfaatnya. KLIK DI SINI Model_model_Pembelajaran PAKEM

Perilaku Superparasitisme Penegak Hukum

Dalam terminologi parasitologi (ilmu yang mempelajari parasit) superparasitisme dikenal sebagai hewan atau tumbuhan yang berlaku parasit bagi parasit lain. Hubungan antar parasit berlangsung cukup intens dan “menguntungkan” karena ada nilai-nilai “nutrisi” dan “perlindungan” yang diperoleh dari salah satunya. Kalau istilah ini dikenakan pada kasus jaksa UTG, yang memang tertangkap basah memarasiti parasit BLBI, maka istilah ini menjadi layak dikenakan pada penegak hukum seperti jaksa dan polisi. Entah ini simpulan salah atau benar, setidaknya telah banyak contoh buruk yang ditunjukkan oleh penegak hukum kita. Tetangga saya yang tertangkap berjudi dibebaskan setelah memberikan kepada polisi sejumlah uang “tebusan” (saya tidak tahu apakah di negeri ini dikenal dengan uang tebusan atau pengganti untuk orang yang ditengarai melakukan kejahatan)

Taruhan istilah superparasitisme pasti ditolak mentah-mentah oleh penegak hukum yang berjabatan jaksa dan polisi. Alasan klasik akan diluncurkan “itu hanya ulah oknum”. Tetapi mengapa hal seperti itu terlalu sering kita temukan ? Di jalanan, di kantor, di ruang sidang, dll.

Memahami kejanggalan perilaku penegak hukum kita perlu kajian mendalam.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.